Bahan kain wolfis merupakan salah satu jenis produk tekstil yang banyak ditemukan di wilayah Indonesia. Kepopuleran kain ini, lantaran karakteristik dan kelebihannya yang sesuai untuk dikenakan pada iklim tropis.
Wolfis sendiri merupakan kata serapan dari woolpeach yang sering dijadikan sebagai bahan baju gamis, pakaian dalam, pakaian olahraga, hingga sprei. Lantas seperti apakah karakteristik dan kriteria untuk bahan pembuatan pakaian ini? Simak pada pembahasan berikut.

Apa itu Bahan Kain Wolfis?
Bukan hanya sekedar material untuk membuat segala jenis baju bisa. Bahan kain wolfis juga dikenal sebagai woolpeach, kain yang terbuat dari serat 100% polyester. Material ini memiliki karakteristik lembut, halus, tidak mudah kusut, dan pastinya tidak panas. Keberadaanya sering digunakan untuk bahan pembuatan pakaian, terutama busana muslimah.
Di pasaran, bahan wolfis dikenal sebagai kain serat sutra yang dicampur dengan serat lain, seperti katun dan sintetis. Faktanya, bahan wolfis sebenarnya dibuat dari serat sintetis bernama Polyester. Alasan kenapa banyak orang menyebut sebagai kain serat sutra, mungkin karena tekstur kain licin dan lembut sama seperti karakter dari kain sutra.
Wolfis yang terbuat dari bahan polyester 100% ini, memiliki sifat khusus. Berdasarkan buku Kimia Makromolekul Tekstil Antibakteri, Eli Rohaeti (2019:72), bahan wolfis mempunyai karakteristik mumpuni sehingga menjadikannya sebagai material yang banyak digunakan produsen baju hampir di seluruh Indonesia.
Karakteristik
Melansir dari channel Youtube Family Textile mengenai bahan kain wolfis memiliki karakteristik tersendiri. Salah satu nya tekstur dan tidak tembus pandang. Saat diraba kain wolfis terasa halus, sedikit tipis, dan pastinya dingin ketika dipakai. Apalagi jika sudah berubah menjadi sebuah pakaian.
Berikut beberapa penjelasan mengenai karakteristik kain wolfis yang dijadikan sebagai material utama dalam pembuatan pakaian, baik konfeksi besar maupun karya rumahan di seluruh Indonesia.
- Wolfis termasuk bahan ringan dan tipis, memiliki massa jenis berkisar 1,38 sampai 1,22 tergantung dari jenis poliesternya.
- Tingkat kelembaban dan poliester pada wolfis cukup rendah, berkisar antara 0,2-0,8%. Serat ini memiliki kemampuan untuk membawa uap air ke permukaan serat, tanpa adanya absorbsi atau wicking ability.
- Stabilitas dimensi wolfis telah diberi perlakuan heat-setting yang sangat bagus. Poliester belum diberi perlakuan apapun, biasanya akan mengkerut bila dipanaskan di suhu tinggi.
- Titik leleh serat poliester pada wolfis berkisar 480 sampai 550°F.
- Wolfis memiliki kualitas fiber kain tinggi. Hal ini bisa dilihat dari serat kain yang rapat namun halus.
Kelebihan
Berdasarkan karakteristiknya, bahan kain wolfis memiliki beberapa kelebihan sehingga banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Keunggulan bahan wolfis dapat terlihat melalui beberapa penjelasan sebagai berikut.
- Serat poliester pada wolfis memiliki sifat chemical resistance yang tahan terhadap bahan kimia, seperti kegunaan pada proses dry-cleaning (bahan pemutih pakaian).
- Wolfis banyak digunakan dalam pembuatan pakaian, karena polyester tahan terhadap bakteri, jamur, hingga ngengat.
- Wolfis termasuk produk tekstil yang tidak mudah kusut, sehingga aman untuk digunakan dalam beraktivitas sehari-hari.
- Baju berbahan wolfis terkenal mudah dalam perawatannya. Cukup direndam dan dikucek menggunakan sedikit sabun saat mencucinya.
- Bahan Wolfis tersedia di pasaran dengan harga terjangkau. Bahan dapat dibeli dalam pilihan rol, kiloan ataupun satuan meter yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
- Wolfis memiliki banyak pilihan warna yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Tak heran jika keberadaanya menjadi bahan pilihan utama, khususnya mereka yang memiliki pabrik konveksi.
Bahan wolfis terbuat dari serat poliester yang memiliki koefisien elastisitas tinggi. Oleh sebab itu, bahan kain wolfis memiliki sifat yang tidak mudah kusut dan tidak membutuhkan perawatan rumit, sehingga cocok untuk digunakan sebagai material produksi./ Siti



