Kenali 4 Jenis Bahan Kain Gaun Pengantin yang Populer

Posted on

Kain gaun pengantin menjadi salah satu elemen penting dalam mewujudkan pernikahan impian setiap wanita. Setiap perempuan memiliki gambaran pernikahan yang berbeda-beda, dan banyak di antaranya mendambakan pesta mewah serta berkesan. Penampilan pun dipersiapkan secara detail mulai dari busana adat hingga gaun modern.

Tak jarang, calon pengantin memilih untuk membuat sendiri baju pernikahannya ketimbang menyewa, demi menciptakan kenangan indah yang hanya terjadi sekali seumur hidup. Namun, memilih jenis kain untuk gaun pengantin bukanlah hal mudah. Karena setiap kain memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda-beda.

Kain Gaun Pengantin
pixabay.com

Mengenal Jenis Bahan Kain Gaun Pengantin

Setiap gaun pernikahan memiliki model dan jenis bahan yang memberikan kesan penampilan berbeda-beda. Sayangnya, sebagian orang menganggap semua bahan kain sama saja. Padahal, setiap jenis kain memiliki karakteristik unik yang memengaruhi tampilan, kenyamanan, dan kesan elegan dari gaun pengantin itu sendiri.

Kain Satin

Kain satin dikenal memiliki tekstur yang halus, lembut, serta permukaan yang mengilap. Bahan ini sering dipilih untuk menciptakan kesan elegan pada gaun pengantin. Beberapa model gaun yang cocok menggunakan kain satin antara lain model A-line, mermaid, ball gown, dan empire. Selain untuk gaun pengantin, kain satin juga umum digunakan untuk busana bridesmaid dan tamu undangan.

Warna putih menjadi pilihan populer untuk kain satin, namun memilih warna lain juga sah-sah saja, tergantung konsep pernikahan. Untuk menambah daya tarik, kain satin bisa dipercantik dengan aksen seperti bordir, payet, atau aplikasi lainnya.

Berdasarkan pengalaman yang dibagikan oleh channel YouTube Unimen Jaya Textile, terdapat jenis satin bridal yang berbahan dasar polyester. Ciri khas kain ini adalah teksturnya yang kaku dan tebal, dengan permukaan luar mengilap meskipun tidak semengkilap satin silk atau satin biasa. Satin bridal juga cenderung tidak terlalu licin dan halus dibandingkan jenis satin lainnya. Bagian dalam kain ini memiliki serat halus berbentuk garis, menjadikannya pilihan ideal untuk model gaun A-line.

Namun, perlu diperhatikan bahwa perawatan kain gaun pengantin satin bridal tergolong cukup rumit. Disarankan untuk mencucinya dengan metode dry-cleaning atau melalui layanan laundry profesional. Selain itu, karena kain ini tidak menyerap keringat dan terasa panas saat dikenakan, sebaiknya gunakan manset atau puring di bagian dalam gaun agar tetap nyaman saat dipakai.

Kain Chiffon

Kain ini memiliki karakteristik ringan dan tipis sehingga memberikan rasa nyaman saat dikenakan sepanjang acara. Namun karena sifatnya yang transparan, penggunaannya biasanya memerlukan beberapa layer agar tampilan tetap sopan dan tidak tembus pandang.

Dengan teksturnya yang lembut dan jatuh (flowy), kain chiffon ini mampu menghadirkan kesan elegan sekaligus dramatis. Model gaun yang cocok menggunakan bahan ini antara lain model A-line dan gaun bergaya vintage. Untuk memperkuat kesan klasik dan anggun, tambahkan aksen renda cantik pada lapisan utama maupun pada layer luar gaun vintage.

Kain Tulle

Kain gaun pengantin ini memiliki sifat transparan dan ringan. Berbeda dengan chiffon yang memiliki tekstur halus, kain tulle berbentuk jaring-jaring tipis sehingga memberikan efek ringan dan elegan. Kain ini biasanya terbuat dari beberapa serat, seperti nilon, rayon, dan sutra. Tulle tersedia dalam berbagai pilihan warna yang bisa disesuaikan dengan tema dan selera pengantin.

Untuk menambah kesan mewah, kain tulle sering dihias dengan payet yang berkilau. Model gaun yang umum menggunakan kain ini adalah model A-line, dengan desain bagian atas yang bisa dibuat terbuka pada bahu atau potongan leher berbentuk huruf V. Selain itu, bordiran berbentuk kupu-kupu atau bunga pada bagian atas gaun juga dapat mempercantik dan memberikan kesan mempesona.

Kain Organza

Kain organza memiliki karakteristik yang serupa dengan chiffon, yaitu ringan dan lembut. Namun, dibandingkan chiffon, organza bersifat lebih kaku. Meskipun tersedia dalam berbagai warna, kain putih tetap menjadi pilihan utama untuk bahan gaun pengantin.

Model gaun yang sering menggunakan kain organza adalah model A-line dengan bagian atas dibuat fit body. Karena sifat kaku dari bahan ini, bagian bawah model A-line akan tampak bergelombang (wavy). Untuk menambah kesan elegan, payet dapat diaplikasikan pada bagian atas gaun, sementara bagian bawah dibiarkan polos agar tampil minimalis namun tetap anggun.

Demikian empat jenis bahan kain yang umum digunakan untuk gaun pengantin. Salah satu dari bahan tersebut dapat dipilih untuk merancang gaun pengantin sesuai selera dan tema pernikahan. Memilih kain gaun pengantin terbaik akan membantu menciptakan kenangan indah di hari bahagia yang tak terlupakan. /nov

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *